Selamat Datang di Portal Website Resmi Pemerintahan Nagari Tj.Haro Sikabu-kabu Pd.Panjang | Informasi Nagari adalah Hak Masayarakat - UU RI No 14 Tahun 2008 Tentang Keterbukaan Informasi | AWASI Pembangunan Nagari Kita - LAPORKAN Bila Ada Penyimpangan

Artikel

Asap Tebal Mulai Terlihat Selimuti Luak Limopuluah

22 Agustus 2019 08:13:29  Pemerintahan Nagari  146 Kali Dibaca  Peristiwa

Polusi Meningkat, Namun Masih Dibawah Batas Berbahaya

Limapuluh Kota, Warta Nagari–Udara seperti berkabut yang diduga akibat asap pembakaran  hutan disejumlah wilayah dipulau Sumatera, mulai terlihat menyelimuti Kabupaten Limapuluh Kota dan Kota Payakumbuh  (Luak  Limopuluah, red), Rabu(21/8).

 

Pemandangan  yang biasanya bersih dengan warna Hijau jikamelihat  keselatan Kota Payakumbuh mulai samar. Begitu  juga saat melihat sejumlah wilayah Kabupaten Limapuluh Kota dari ketinggian.

“Coba perhatikan, biasanya jelas warna Hijaudan kuning sawah yang  membentang dikawasan Nagari Taram hingga Andaleh ini. Sekarang samar lebih banyak  seperti memutih dan hampir tak terlihat kianke  ujung perbukitan jajaran Bukit Barisan,”ucap  salah seorang Warga, Murniati, 45, kemarin.

Hal yang sama juga  diungkapkan Putra, 25, anak  muda yang gemar menikmati  pemandangan dan mengabadikannya lewat foto.”Sekarang sulit mencari pemandangan alam yang bagus. Sebab mulai tertutup kabut seperti asap ini,”ucappemuda yang biasa disapa Ciput ini.

 

Sementara Kepala Dinas Lingkungan Hidup Perumahan Rakyat dan Permukiman (LHPRP) Kabupaten Limapuluh  Kota,  Adel Nifiarman menjelaskann, memang terpantau kondisi kualitas udara yang kurang baik dari kondisi norma.

Hanyasaja menurut drAdel nifiarman, kondisi  pencemaran udara masih berada ditahap amandanbelum mebahayakan dari sisi kajian indekspencemaran udara.

Berdasarkan datainformasi yang dikirim Global  Atmospher Watch (GAW) Kototabang yang berjarak sekitar 17 kilometer di Utara Kota Bukittinggi ini, terpantau partikel debu atau disebut Partikel Matter (PM) udara 69 ug/m3.

 

“Jika dalam kondisi tanpa asap, PM udara 25  ug/m3. Hanya saja batas ambang berbahaya itu mulai diangka PM 150 ug/m3,” jelas dr Adel.          

Informasi lainnya dari GAW  Kototabang kualitas udara  dalam kondisi sedang  dengan rincian  analisis Niotrogen Dioksida (NO2) pada angka 0,28 ppb, Ozon permukaan (03) diangka 20 ppb, carbon monoksida (CO) diangka 284 ppb dan Nitrogen Monoksida (NO) 1,32 ppb serta Sulfur Dioksida (SO2) diangka 2,05 ppb.

“Jadi kesimpulannya udara kita saat ini, masih aman dalam kondisi sedang dan belum mengkhawatirkan. Hanya saja memang polusi udara meningkat dari kondisi biasa,”tukas dr Adel Nifiarman.(*)     

Penulis : Arfidel Ilham
Editing  : Arfidel Ilham
Telah diterbitkan di : nagari.news.com
 

Kirim Komentar


Nama
No. Hp
Isi Pesan
  CAPTCHA Image [ Ganti gambar ]
  Isikan kode di gambar
 


Aparatur Nagari

Back Next

Layanan Mandiri

    Silakan datang atau hubungi operator Nagari untuk mendapatkan kode PIN Anda.

Arsip Artikel

08 Januari 2019 | 62.164 Kali
Struktur Organisasi Serta Tugas dan FUngsi Badan Musyawarah Nagari (BAMUS)
31 Oktober 2017 | 60.728 Kali
Tugas Pokok dan Fungsi Pemerintahan Nagari
31 Oktober 2017 | 59.616 Kali
Gambaran Umum Kondisi Nagari
26 November 2019 | 59.607 Kali
Profil Wali Nagari Tanjung Haro Sikabu-kabu Padang Panjang
09 April 2018 | 59.565 Kali
ALUR dan JENIS LAYANAN DI KANTOR WALI NAGARI
31 Oktober 2019 | 59.481 Kali
Struktur Organisasi
15 Januari 2019 | 59.441 Kali
Profil Perangkat Nagari

Agenda

Wilayah Nagari

Statistik Penduduk

Sinergi Program

Smartdukcapil
cOVID 50 KOTA
KEMENDAGRI Kementrian Desa Menpan RB
Portal Kab.Lima Puluh Kota Kominfo Lima Puluh Kota BPS Kab.Lima Puluh Kota
Komisi Informasi BPJS Online Legusa Fest
OPENDESA OPENSID
nagari-news.com

Info Media Sosial

LOKASI KAYU KOLEK

Youtube Kayu Kolek

Komentar Terkini

Vidio Potensi Nagari

Poling Kepuasan Masyarakat

Statistik Pengunjung

  • Hari ini:2.078
    Kemarin:1.961
    Total Pengunjung:858.265
    Sistem Operasi:Unknown Platform
    IP Address:3.220.164.172
    Browser:Tidak ditemukan