Selamat Datang di Portal Website Resmi Pemerintahan Nagari Tj.Haro Sikabu-kabu Pd.Panjang | Informasi Nagari adalah Hak Masayarakat - UU RI No 14 Tahun 2008 Tentang Keterbukaan Informasi | AWASI Pembangunan Nagari Kita - LAPORKAN Bila Ada Penyimpangan

Artikel

Ratusan Trilyun Dikucurkan, Jokowi Kesal Ribuan BUMDes Tak Sumbang Keuntungan

12 Desember 2019 10:38:37 Pemerintahan Nagari KBR | Warita Desa

KBR | Warita Desa/Nagari--

Bumdes/Bumnag-- Presiden Joko Widodo meluapkan kekesalannya karena mendapat laporan tentang ribuan badan usaha milik desa (BUMNDes) yang tak bisa menyumbang keuntungan untuk desa. Bahkan ada BUMDes yang mangkrak.

Jokowi menyebut, saat ini ada sekitar 41.000 BUMDes di Indonesia. Dari jumlah itu, 2.188 BUMNDes tidak beroperasi. Sedangkan, 1.670 BUMDes beroperasi namun tak memberikan kontribusi pada pendapatan desa.

Padahal, kata Jokowi, pemerintah sudah mengucurkan uang ratusan triliun untuk program dana desa, yang bisa digunakan untuk mengembangkan BUMDes.

"Penggunaan dana desa harus mulai diarahkan untuk menggerakkan sektor-sektor produktif, dan industrialisasi pedesaan juga harus sudah dimulai karena ini bagian dari penciptaan lapangan kerja secara besar-besaran. Karena itu BUMNDes harus direvitalisasi sebagai penggerak ekonomi di desa. Jadi tolong ini menjadi catatan," kata Jokowi di kantornya, Jakarta, Rabu (11/12/2019).

Jokowi menilai, ada banyak ruang untuk desa mengembangkan BUMNDes berdasarkan potensi setiap desa.

Ia mencontohkannya dengan fasilitas pengolahan pascapanen, industri-industri kecil di desa, budidaya perikanan, serta desa wisata.

Menurutnya, BUMNDes juga harus berani bekerja sama dengan sektor swasta yang lebih besar, untuk mendapatkan bahan baku yang lebih mudah, atau perluasan pasar hingga mancanegara.

Jokowi mengatakan, pemerintah telah mengucurkan Rp329,8 triliun selama lima tahun pelaksanaan dana desa. Nilainya juga terus meningkat, seperti tahun depan yang menjadi Rp72 triliun, dari tahun ini Rp70 triliun.

Menurut Jokowi, kenaikan dana desa tersebut harus bisa mempercepatan pengembangan ekonomi di desa, termasuk menggerakkan industri di pedesaan dan mengurangi kemiskinan.

Jokowi pun memerintahkan menterinya mempercepat pemanfaatan dana desa sejak di awal tahun. Ia juga ingin dana desa mengutamakan program yang padat karya, dan berikan kesempatan kerja untuk banyak orang miskin.

Selain itu, Jokowi juga meminta penggunaan dana desa didampingi manajemen lapangan yang bagus. Dengan demikian, kata dia, tata kelola dana desa semakin transparan dan akuntabel, agar setiap warga bisa ikut mengawasinya.

Oleh : Dian Kurniati
Editor : Agus Luqman

gagah suasawan
17 Desember 2019 21:12:27
harusnya bertahap.dikaji dulu kesiapan sdm nya. tidak semua desa punya sdm yg bagus. banyak orang ingin usaha gak punya modal...sampi utang sana sini. sedangkan dana desa..biasanya dipakai utk kelompoknya sendiri sewaktu memenangkan pilkades.
gagah suasawan
17 Desember 2019 21:09:01
harusnya bertahap.dikaji dulu kesiapan sdm nya. tidak semua desa punya sdm yg bagus. banyak orang ingin usaha gak punya modal...sampi utang sana sini. sedangkan dana desa..biasanya dipakai utk kelompoknya sendiri sewaktu memenangkan pilkades.
Herdiana
13 Desember 2019 14:13:28
Mohon pa BUMDES TANJUNG JAMPANGKULON, SUKABUMI, JAWA BARAT di cek di sinyalir korupsi,, mohon di audit
Aulex wibagio
13 Desember 2019 13:43:11
Itu tergantung siapa yg menjadi kades karena ada kades yg melulu untuk pembangunan infrastruktur saja(sebagai pencitraan) tdk memikirkan program inovasi desa yg jelas-jelas dpt menambah pendapatan baik masyarakat maupun desa
Moh arief s
13 Desember 2019 08:26:22
Bumdes cuman buat formalitas untuk mngeruk keuntungan
Abun
12 Desember 2019 21:57:43
Mengapa bisa terjadi ???
Yudhi Haidari
12 Desember 2019 21:17:42
Masalah utamanya adalah kontrol dan kurangnya SDM untuk mengelola Dana tersebut. Saya sebagai salah satu penduduk desa bekerja sebagai pedagang di pasar tak pernah mendapatkan bantuan dari pemerintah.Baik dari segi pinjaman modal usaha dll. Yg membantu modal malah koperasi Harian Rentenir. yg bunganya 30 %. Sangat mencekik. Miris kadang melihat negaraku ini. Kasihan org2 seperti kita ini. Padahal saya mempekerjakan org yg menganggur 3 org. Tapi saya tdk pernah dapat bantuan. Apa salahnya Dana Desa itu membantu kita yg punya usaha. itu nyata lagi bantuannya langsung nampak. Dan kurangnya transparan kemana dana itu digunakan. Banyak warga tdk mengetahui. Sebenarnya banyak potensi bisa dikembangkan untuk mengelola dana desa itu. contoh DiDumai Riau daerah potensi alamnya menghasilkan Buah Nenas banyak. Ya bangunlah Pabrik nenas. Pabrik nenas buat selai nenas. Keripik nenas. dipasarkan kedaerah2 lain. Buat Marketing pemasarannya.Petani nenaspun senang karena pabrik nenas mau menampung hasil panen nenasnya. semangat dia bertani nenas.ada harapannya jika panen nenas ada yg menampung. Banyak lagi yg bisa diolah. Buat ternak Desa seperti ternak sapi, kambing. Upah yg mengurus ternaknya. Sdh berhasil dibagi hasilnya. pasti berhasil. dibagi kemasing2 warga. dan dikembangkan.
Atika
12 Desember 2019 19:44:20
Bumdes hanya akan berjalan bila di imbangi juga dengan sdm yg menunjang inovatif kreatif banyak Bumdes yg diperuntungkan untuk pinjaman atau biasa di sebut bakulan dan ada potongan dan. Bunganya gila banget tp desanya y begitu begitu aj
Amri sinulingga
12 Desember 2019 15:19:50
Semua nya penentu itu adalah kades sbg penggerak nya. Hrs smart dan kerja keras Utk menentukan bidang usaha desa (bumdes) membuka lapangan kerja dan peningkatan ekonomi masyarakat

Kirim Komentar


Nama
No. Hp
Isi Pesan
  CAPTCHA Image [ Ganti gambar ]
  Isikan kode di gambar
 


Layanan E - LAPOR

    Silakan datang atau hubungi operator Nagari untuk mendapatkan kode PIN Anda.

Aparatur Nagari

Statistik Penduduk

LAKI-LAKI
2,715 Jiwa 
PEREMPUAN
2,745 Jiwa 

Agenda

Artikel

21 Januari 2020 11:18:53
Indonesia Bakal Manfaatkan Nuklir untuk Awetkan Makanan Ekspor
21 Januari 2020 11:15:52
Subsidi Gas 3 Kg Dicabut, YLKI Minta Perketat Pengawasan
16 Januari 2020 08:48:21
Kemenkeu-Kemendagri Perketat Penyaluran Dana Desa 2020
16 Januari 2020 08:46:35
Luas Sawah Menyusut, Mentan Ancam Pidana Pelaku Alih Fungsi Lahan
15 Januari 2020 15:18:16
Nagari SITAPA Tuan Rumah MUNAS OpenDesa ke 1 se Indonesia
15 Januari 2020 12:17:13
Film Nyanyian Akar Rumput Lekatkan Widji ke Generasi Milenial
07 Januari 2020 15:40:12
PERPANJANGAN PENGUMUMAN PEREKRUTAN PANITIA PEMILIHAN PAW TAHUN 2020
22 Maret 2018 11:03:28
DIHIMBAU..... BAYARLAH PAJAK BUMI BANGUNAN (PBB) TAHUN 2018
04 November 2019 11:14:07
"Monyet Dufan" Stres Berat, Diduga Gara-Gara Karhutla
29 Desember 2019 16:08:52
Revisi Aturan Bea Masuk Barang Kiriman Diapresiasi
26 Februari 2019 14:54:47
DAFTAR INVENTARIS NAGARI
25 Juli 2018 10:47:31
PEMILU 2019 | PASTIKAN ANDA TERDAFTAR
07 Januari 2019 11:38:09
PENUNJUKAN BATAS BATAS NAGARI
11 April 2019 15:02:31
PENGUMUMAN : PERUBAHAN LOKASI TPS DI NAGARI

Sinergi Program

KEMENDAGRI Kementrian Desa Menpan RB
Portal Kab.Lima Puluh Kota Kominfo Lima Puluh Kota BPS Kab.Lima Puluh Kota
Komisi Informasi BPJS Online Legusa Fest
OPENDESA OPENSID
nagari-news.com KBR Prime

Info Media Sosial

LOKASI KAYU KOLEK

Youtube Kayu Kolek

Komentar Terkini

Vidio Potensi Nagari

Poling Kepuasan Masyarakat

Statistik Pengunjung

Hari ini
Kemarin
Jumlah Pengunjung