Selamat Datang di Portal Website Resmi Pemerintahan Nagari Tj.Haro Sikabu-kabu Pd.Panjang | Informasi Nagari adalah Hak Masayarakat - UU RI No 14 Tahun 2008 Tentang Keterbukaan Informasi | AWASI Pembangunan Nagari Kita - LAPORKAN Bila Ada Penyimpangan

Artikel

Revisi Aturan Bea Masuk Barang Kiriman Diapresiasi

29 Desember 2019 16:08:52 Pemerintahan Nagari KBR | Warita Desa

KBR|Warita Desa/ Nagari

Nasional-- Langkah pemerintah mengubah ambang batas nilai impor barang kiriman yang bebas bea masuk mendapat dukungan banyak kalangan. Nilai impornya diturunkan dari semula 75 dollar AS menjadi 3 dollar AS atau sekitar Rp42 ribu.

Kebijakan ini dituangkan dalam Peraturan Menteri Keuangan Nomor 112 Tahun 2018 tentang ketentuan impor barang kiriman yang mulai berlaku pada Januari 2020.

Ekonom INDEF Enny Sri Hartati menilai langkah tersebut akan menciptakan kesetaraan antara pelaku usaha daring (online) dan luring (offline). Pasalnya selama ini pelaku usaha luring juga dibebani sejumlah pungutan pajak seperi PPN dan PPh.

Enny yakin kebijakan itu tak bakal berdampak buruk terhadap pelaku usaha kecil menengah yang membutuhkan impor bahan baku. Sebab, bahan baku mereka biasanya disuplai oleh importir skala besar.

"Impor bahan baku tidak mungkin kurang dari 75 dollar atau kurang dari itu. Karena bahan baku itu kan biasanya impornya dalam skala ekonomis. Misalnya sekaligus dalam kontainer dan dilakukan impotir besar," kata Enny kepada KBR, Selasa (24/12/2019).

Enny menuturkan barang impor yang nilai jualnya sekitar 10 dollar mayoritas merupakan barang konsumtif bukan bahan baku.

Itu sebab, revisi ambang batas nilai impor barang kiriman bisa melindungi pengusaha lokal dari serbuan produk-produk impor.

Menurut Enny, peraturan serupa juga diberlakukan di banyak negara dengan tujuan memproteksi produk dalam negeri.

Tiga komoditas dikecualikan

Selain menurunkan batas minimal harga impor barang kiriman, Kemenkeu juga merasionalisasi tarif pungutan pajak dalam rangka impor.

Dirjen Bea dan Cukai Heru Pambudi menjelaskan tarif pajak baru bakal diberlakukan di kisaran 17,5 persen dengan perubahan pada besaran PPh menjadi 0 persen.

Tarif sebelumnya berkisar 27,5 persen yang meliputi bea masuk 7,5 persen, PPN 10 persen dan PPh 10 persen.

"Itu semua secara umum diubah menjadi bea masuknya 7,5 persen, PPN 10 persen dan PPh-nya nol persen. Kecuali untuk tiga komoditas yang ikut tarif normal," ujar Heru kepada KBR, Selasa (24/12/2019).

Heru menyebut tiga komoditas dikecualikan dari aturan baru, yakni, produk tas, sepatu dan tekstil. Langkah ini diambil untuk melindungi perajin dan pengusaha lokal.

Tarif bea masuk untuk tas berkisar 15-20 persen, produk sepatu 25-30 persen dan tekstil 15-25 persen. Adapun untuk PPN, ketiganya dikenai 10 persen. Sementara pengenaan PPh besarannya bervariasi antara 7,5 hingga 10 persen.

Pelaku e-dagang, Bukalapak mendukung langkah pemerintah mengecualikan tiga komoditas dari rasionalisasi tarif pajak impor.

AVP of Public Policy and Government Relations Bukalapak Bima Lega mengatakan pelaksanaan aturan itu semestinya bisa membantu perkembangan usaha kecil menengah.

"Kami mendukung sepanjang aturan yang ditetapkan selaras dengan kebutuhan dan perlindungan industri dalam negeri," kata Bima melalui pesan singkat kepada KBR, Selasa (24/12/2019).

Oleh : Muthia Kusuma Wardani, Siti Sadida Hasfah, Heru Haetami
Editor: Ninik Yuniati

Kirim Komentar


Nama
No. Hp
Isi Pesan
  CAPTCHA Image [ Ganti gambar ]
  Isikan kode di gambar
 


Layanan E - LAPOR

    Silakan datang atau hubungi operator Nagari untuk mendapatkan kode PIN Anda.

Aparatur Nagari

Statistik Penduduk

LAKI-LAKI
2,715 Jiwa 
PEREMPUAN
2,745 Jiwa 

Agenda

Artikel

21 Januari 2020 11:18:53
Indonesia Bakal Manfaatkan Nuklir untuk Awetkan Makanan Ekspor
21 Januari 2020 11:15:52
Subsidi Gas 3 Kg Dicabut, YLKI Minta Perketat Pengawasan
16 Januari 2020 08:48:21
Kemenkeu-Kemendagri Perketat Penyaluran Dana Desa 2020
16 Januari 2020 08:46:35
Luas Sawah Menyusut, Mentan Ancam Pidana Pelaku Alih Fungsi Lahan
15 Januari 2020 15:18:16
Nagari SITAPA Tuan Rumah MUNAS OpenDesa ke 1 se Indonesia
15 Januari 2020 12:17:13
Film Nyanyian Akar Rumput Lekatkan Widji ke Generasi Milenial
07 Januari 2020 15:40:12
PERPANJANGAN PENGUMUMAN PEREKRUTAN PANITIA PEMILIHAN PAW TAHUN 2020
08 Agustus 2018 08:49:37
SOP Pengelolaan Badan Usaha Milik Nagari
19 Desember 2019 09:00:46
Dibutuhkan segera Tenaga Pendidik dan Kependidikan Perguruan IT "MADANI" Islamic School Payakumbuh
27 Desember 2017 13:16:42
Shooting Sport To Kayu Kolek 2017
25 Mei 2018 10:48:28
RACUN PADA BAHAN MAKAN YANG DIKONSUMSI MASYARAKAT
04 Oktober 2019 15:24:50
Diskominfo Serahkan OpenSID ke Nagari Pilot Project di Lima Puluh Kota
12 Agustus 2019 12:15:08
Pemerintah Nagari Bagikan Jasa/Insentif Imam, Garim dan Guru TPQ
06 Agustus 2019 08:38:49
Maota Lapeh (diskusi), Sambil Ngopi Bareng dipalanta Kayu Kolek

Sinergi Program

KEMENDAGRI Kementrian Desa Menpan RB
Portal Kab.Lima Puluh Kota Kominfo Lima Puluh Kota BPS Kab.Lima Puluh Kota
Komisi Informasi BPJS Online Legusa Fest
OPENDESA OPENSID
nagari-news.com KBR Prime

Info Media Sosial

LOKASI KAYU KOLEK

Youtube Kayu Kolek

Komentar Terkini

Vidio Potensi Nagari

Poling Kepuasan Masyarakat

Statistik Pengunjung

Hari ini
Kemarin
Jumlah Pengunjung