Selamat Datang di Portal Website Resmi Pemerintahan Nagari Tj.Haro Sikabu-kabu Pd.Panjang | Informasi Nagari adalah Hak Masayarakat - UU RI No 14 Tahun 2008 Tentang Keterbukaan Informasi | AWASI Pembangunan Nagari Kita - LAPORKAN Bila Ada Penyimpangan

Artikel

Menkeu: Jika PSBB Terus Berlanjut, Ekonomi Masuk Skenario Sangat Berat

07 Mei 2020 14:21:25  Pemerintahan Nagari  194 Kali Dibaca  Nasional

KBR|Warita Nagari,Jakarta-- Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani menegaskan bahwa Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) membuat ekonomi melemah.

Sri Mulyani mengungkapkan, meski PSBB baru diterapkan sekitar satu bulan belakangan di beberapa daerah, hal itu sudah membuat ekonomi nasional turun cukup dalam.

“Pembatasan sosial baru mulai berlaku Maret minggu kedua. Kita bayangkan April dan Mei ini PSBB dilakukan meluas, maka konsumsi pasti akan drop jauh lebih besar,” kata Sri Mulyani dalam rapat bersama DPR, seperti dilansir Antara, Rabu (6/5/2020).

Menkeu Sri Mulyani menjelaskan bahwa konsumsi masyarakat memiliki kontribusi sangat besar terhadap pertumbuhan ekonomi Indonesia. Namun, penerapan PSBB membuat tingkat konsumsi menurun.

“Kontribusi (konsumsi masyarakat) dari Jakarta dan Jawa itu lebih dari 50 persen sampai 55 persen. Artinya, kalau sekarang Jakarta dan Jawa yang sudah PSBB, pasti konsumsi tidak akan tumbuh,” kata Sri Mulyani.

“Jika kuartal II dan III tidak mampu memperbaiki, dan pandemi menimbulkan dampak lebih panjang di kuartal II dan III di mana PSBB belum ada pengurangan, maka kita akan memasuki skenario sangat berat,” tegasnya.

Menurut perhitungan Kemenkeu, ekonomi Indonesia memasuki 'skenario berat' jika pertumbuhan Produk Domestik Bruto (PDB) berada di kisaran 2,3 persen.

Sedangkan 'skenario sangat berat' terjadi jika pertumbuhan PDB anjlok ke kisaran -0,4 persen.

Sederhananya, angka-angka itu menunjukkan bahwa kemampuan produksi barang dan jasa di seluruh Indonesia akan merosot jauh, yang tentu berimbas pula pada hilangnya penghasilan masyarakat.

Kemenkeu sudah memprediksi itu dalam laporan yang dirilis awal April 2020. Namun, sampai hari ini pemerintah belum menyampaikan langkah-langkah spesifik apa yang akan dilakukan ketika berbagai skenario tadi benar-benar kejadian.

 

Oleh : Adi Ahdiat

Editor: Agus Luqman

Kirim Komentar


Nama
No. Hp
Isi Pesan
  CAPTCHA Image [ Ganti gambar ]
  Isikan kode di gambar
 


JADWAL SHOLAT & IMSAK

  • Imsak: Imsak:
    Subuh: Subuh:
    Terbit: Terbit:
    Dhuha: Dhuha:
    Dzuhur: Dzuhur:
    Ashar: Ashar:
    Maghrib: Maghrib:
    Isya: Isya:

Layanan Mandiri

    Silakan datang atau hubungi operator Nagari untuk mendapatkan kode PIN Anda.

Aparatur Nagari

Agenda

Statistik Penduduk

Sinergi Program

KEMENDAGRI Kementrian Desa Menpan RB
Portal Kab.Lima Puluh Kota Kominfo Lima Puluh Kota BPS Kab.Lima Puluh Kota
Komisi Informasi BPJS Online Legusa Fest
OPENDESA OPENSID
nagari-news.com KBR Prime

Info Media Sosial

LOKASI KAYU KOLEK

Youtube Kayu Kolek

Komentar Terkini

Vidio Potensi Nagari

Poling Kepuasan Masyarakat

Statistik Pengunjung

  • Hari ini:1,049
    Kemarin:2,324
    Total Pengunjung:599,620
    Sistem Operasi:Unknown
    IP Address:3.231.220.225
    Browser:Unknown