Selamat Datang di Portal Website Resmi Pemerintahan Nagari Tj.Haro Sikabu-kabu Pd.Panjang | Informasi Nagari adalah Hak Masayarakat - UU RI No 14 Tahun 2008 Tentang Keterbukaan Informasi | AWASI Pembangunan Nagari Kita - LAPORKAN Bila Ada Penyimpangan

Artikel

Jokowi Angkat Tujuh Staf Khusus Milenial, Ini Cerita Mereka

25 November 2019 09:40:50 Pemerintahan Nagari KBR | Warita Desa

KBR | Warita Desa | Warta Nagari--

Nasional-- Staf Khusus Presiden bidang Perdamaian dan Toleransi, Ayu Kartika Dewi mengatakan, perdamaian bisa tercipta dari pemikiran kritis. Hal itulah yang selama ini ia perjuangkan bersama beberapa komunitas toleransi dan perdamaian besutan anak muda Indonesia.

Dengan pengalaman itu, ia berharap mampu memberi solusi-solusi bagi perdamaian di Indonesia.

“Kalau saya pribadi dan temen-temen percaya sekali bahwa kita penting untuk punya twenty first century skill, jadi ada 4 C mulai dari critical thinking, creativity, Communication, sama Collaboration. Nah kita percaya kalo orang-orang bisa berpikir kritis, Indonesia harusnya akan lebih maju. Dan karena saya peduli banget dengan perdamaian, kalau orang bisa berpikir kritis bisa berkolaborasi itu harusnya Indonesia bisa lebih damai. Jadi kalau kita ngomongin toleransi itu sebenernya engga jauh-jauh dari kemampuan orang berpikir kritis.” Ujar Ayu, di Istana Merdeka, Kamis (21/11/2019).

Ayu merupakan pendiri dari lembaga Sabang Marauke. Lembaga nirlaba itu berfokus pada toleransi, keberagaman dan perdamaian. Ketertarikannya pada perdamaian dimulai ketika ia mengikuti program Indonesia Mengajar 1.

Ayu mendapat tugas di Desa Papaloang, Halmahera Selatan, Maluku Utara. Menurut Ayu di tempatnya mengajar masih banyak anak-anak yang trauma akibat kerusuhan antaragama di Ambon pada 1999.

Dari situlah Ayu tertarik untuk menyemai perdamaian lewat gerakan lembaganya. Agar tidak ada lagi trauma berkepanjangan yang dirasakan generasi muda.

Pendidikan Berbasis Teknologi

Staf Khusus Presiden bidang Pendidikan, Adamas Belva Syah Devara mengatakan keinginannya untuk menjadikan semua bidang berbasis teknologi. Terutama menurutnya dalam hal pendidikan, Indonesia harus mulai menerapkan cara-cara baru agar tidak tertinggal dengan negara lain dalam pemanfaatan teknologi.

“Masing-masing dari kami juga punya rasa yang berbeda, Jadi kalau saya mungkin kemasannya pasti teknologi, inovasi. Karenakan sekarang disrupsi itu di semua sektor. Kalau saya di ruang guru tentunya di pendidikan. Dan mungkin ini kita juga harus berpikir, digital delivery of public services itu mungkin di bidang healtcare atau kesehatan, di bidang finance atau tax perpajakan dan yang lain. Mungkin kita bisa bantu untuk berpikir apa sih cara-cara barunya, apa sih pengaplikasian teknologi yang bisa kita lakukan di negara ini, jadi kita tidak tertinggal dari negara-negara lain.” Ujar Belva, di Istana Merdeka, Kamis (21/11/2019).

Belva yakin bahwa ia dan keenam rekannya mampu menarik perhatian kaum muda agar tidak apatis dengan politik dan mau ikut berkembang bersama.

“Rasanya tidak terbayangkan di pemerintahan sebelumnya atau bahkan di negara-megara lain anak-anak muda seperti kita, masuk ke ring satunya istana. Dan ini merupakan suatu komitmen besar juga dari Bapak Presiden, bahwa anak-anak muda ini, anak-anak milenial ini juga harus ikut serta dalam kebijakan publik yang tadinya mungkin apatis sekarang tidak boleh apatis lagi gitu.” Ujar Belva.

7 Staf

Presiden Joko Widodo mengangkat tujuh staf khusus baru dari kalangan milenial. Mereka adalah Ayu Kartika Dewi, Putri Indahsari Tanjung, Gracia Billy Mambrasar, Aminudin Maruf, Angkie Yudistia, Adamas Belva Syah Devara dan Andi Taufan Garuda Putra.

Dari generasi milenial ini, Jokowi ingin mendapatkan gagasan-gagasan baru yang inovatif dan kreatif

“Cara-cara yang out of the box, yang melompat untuk mengejar kemajuan negara kita. Saya juga minta mereka menjadi jembatan saya dengan anak-anak muda, para santri muda, para diaspora yang tersebar di berbagai tempat," kata Jokowi di Istana Merdeka, Kamis (21/11/2019).

Jokowi menyebut bakal rutin berdiskusi dengan mereka. Namun, ketujuh stafsus milenial itu tidak bekerja penuh waktu bersamanya, lantaran mereka masih memiliki aktivitas di luar.

"Ketujuh anak muda ini akan menjadi teman diskusi saya harian, mingguan, bulanan memberikan gagasan segar yang inovatif," tutur Jokowi.

Jokowi langsung mengenalkan ketujuh anak muda tersebut di Istana Merdeka, Kamis (21/11/2019). Ia mengklaim penunjukan ini tidak dilakukan mendadak, tetapi dipilih melalui proses yang cukup lama.

"Stafsus saya yang baru untuk bidang-bidangnya kerjanya berbarengan. Hanya tadi mbak Angkie khusus juru bicara bidang sosial. Saya tambahi tugas itu," ungkap Jokowi.

Berikut profil tujuh staf khusus Presiden Jokowi dari kalangan milenial:

  1. Adamas Belva Syah Devara (29 tahun). Master dari Harvard University dan Stanford University. Pendiri sekaligus CEO Ruang Guru
  2. Putri Indahsari Tanjung (23 tahun). Lulusan Academy of Art di San Fransisco, Amerika Serikat. CEO Creativepreneur Event Creator dan CBO Kreavi. Anak sulung pengusaha sekaligus eks Menko Perekonomian Chairul Tanjung
  3. Andi Taufan Garuda Putra (32 tahun). Lulusan Harvard Kennedy School. CEO lembaga keuangan mikro PT Amartha
  4. Ayu Kartika Dewi Wanita (36 tahun). Pendiri sekaligus mentor lembaga SabangMerauke. Master of Business Administration dari Duke University, Amerika Serikat
  5. Gracia Billy Mambrasar (31 tahun). CEO Kitong Bisa yang berasal dari Papua. Lulus S2 Australian National University (ANU). Saat ini tengah menempuh pendidikan master di Oxford University
  6. Angkie Yudistia (32 tahun). Penyandang disabilitas pendiri Thisable Enterprise
  7. Aminuddin Maruf (33 tahun). Santri muda yang pernah menjadi Ketua Umum Pengurus Besar Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) periode 2014-2016

 

Jokowi juga menunjuk staf khusus lain. Beberapa nama merupakan staf lama yang diangkat kembali. Berikut daftarnya:

  1. Ari Dwipayana (akademisi/staf lama)
  2. Sukardi Rinakit (intelektual/staf lama)
  3. Arif Budimanta (ekonom Megawati Institute)
  4. Diaz Hendropriyono (Ketua Umum Partai Keadilan dan Persatuan Indonesia/staf lama)
  5. Dini Shanti Purwono (politikus Partai Solidaritas Indonesia/ahli hukum lulusan Harvard)
  6. M. Fadjroel Rachman (Juru Bicara Presiden)

Jokowi menyebut jumlah total stafsus dan asisten pribadinya adalah sebanyak 14 orang.

 

Oleh : Dwi Reinjani
Editor: Rony Sitanggang

Kirim Komentar


Nama
No. Hp
Isi Pesan
  CAPTCHA Image [ Ganti gambar ]
  Isikan kode di gambar
 


Artikel

25 Februari 2020 08:24:07
PERPANJANGAN WAKTU PENDAFTARAN ANGGOTA PPS TAHUN 2020
24 Februari 2020 17:12:15
Pro-Kontra Pendidikan Tinggi Khusus untuk Warga Negara Berkebutuhan Khusus
24 Februari 2020 17:07:46
Setelah Hentikan 36 Kasus, KPK Bakal Evaluasi Penyelidikan 366 Kasus Lain
21 Februari 2020 14:20:50
APBN Januari 2020 Defisit Rp 36,1 Triliyun
21 Februari 2020 08:56:01
Perbub Nomor 18 Tahun 2017 Tentang Pemilihan Wali Nagari Antar Waktu
20 Februari 2020 16:43:22
ICW : Pemerintah Kabupaten, Lembaga Terkorup Sepanjang 2019
20 Februari 2020 08:33:43
Penting : Himbauan Bawaslu Kecamatan Luak
21 Februari 2018 15:31:13
DAFTAR INFORMASI PUBLIK NAGARI
28 Agustus 2019 11:17:05
Geliatkan Wisata Lewat Event Sepeda Gunung Berskala Internasional
10 Januari 2018 08:47:12
Rapat Tim Pansus LKMA Prima Lestari
17 September 2019 08:29:39
LOMBA FOTO PROSESI ADAT, SENI DAN BUDAYA
18 Juni 2018 12:07:50
SILATURRAHMI PEMERINTAH NAGARI BERSAMA MASYARAKAT DAN PERANTAU (OPEN HOUSE)
03 Oktober 2018 10:40:19
JADWAL PELAKSANAAN KEGIATAN VAKSINASI RABIES 2018 DI NAGARI
12 Agustus 2019 12:15:08
Pemerintah Nagari Bagikan Jasa/Insentif Imam, Garim dan Guru TPQ

Layanan E - LAPOR

    Silakan datang atau hubungi operator Nagari untuk mendapatkan kode PIN Anda.

Aparatur Nagari

Agenda

Statistik Penduduk

LAKI-LAKI
2,715 Jiwa 
PEREMPUAN
2,745 Jiwa 

Sinergi Program

KEMENDAGRI Kementrian Desa Menpan RB
Portal Kab.Lima Puluh Kota Kominfo Lima Puluh Kota BPS Kab.Lima Puluh Kota
Komisi Informasi BPJS Online Legusa Fest
OPENDESA OPENSID
nagari-news.com KBR Prime

Info Media Sosial

LOKASI KAYU KOLEK

Youtube Kayu Kolek

Komentar Terkini

Vidio Potensi Nagari

Poling Kepuasan Masyarakat

Statistik Pengunjung

Hari ini
Kemarin
Jumlah Pengunjung