Selamat Datang di Portal Website Resmi Pemerintahan Nagari Tj.Haro Sikabu-kabu Pd.Panjang | Informasi Nagari adalah Hak Masayarakat - UU RI No 14 Tahun 2008 Tentang Keterbukaan Informasi | AWASI Pembangunan Nagari Kita - LAPORKAN Bila Ada Penyimpangan

Artikel

Walhi : Limbah Proyek Kereta Cepat Jakarta - Bandung Dibuang ke Sawah

10 Februari 2020 15:20:33 Pemerintahan Nagari KBR | Warita Desa

KBR  | Warita Desa/Nagari--

Bandung-- Proyek pembangunan jalur Kereta Cepat Jakarta-Bandung menyisakan limbah. Namun, limbah itu belum dikelola dengan baik hingga berpotensi menimbulkan masalah lingkungan.

Masalah tersebut dilaporkan sejumlah perwakilan masyarakat di kawasan proyek ke posko pengaduan Wahana Lingkungan Hidup (Walhi) Jawa Barat (Jabar).

Direktur Walhi Jabar Meiki W. Paendong mengungkapkan, sejak posko pengaduan dibuka sebulan lalu, lembaganya sudah menerima belasan aduan dari masyarakat di lima daerah.

"Bekasi dua (aduan), di Walini itu dua. Paling terbaru, walaupun lama kemarin, ya masih terulang, yang pembuangan limbah konstruksi terowongan sama penimbunan sawah jadi disposal. Pembuangan tanah urugan, dua-duanya di Walini,” ungkap Meiki kepada KBR di Bandung, Minggu (9/2/2020).

 

Limbah Proyek Kereta Cepat Menghambat Saluran Air

Sedangkan untuk di Kota Bandung, tepatnya di kawasan Gedebage dan Bodogol, material limbah konstruksi jalur Kereta Cepat menimbun dan menghambat saluran air.

“Karena dibangunnya tiang trase-trase itu beberapa saluran air terhambat. Warga menelusurinya dan diketahui akibat adanya timbunan bekas sampah material. Sehingga bertambah titik-titik banjir di daerah tersebut,” ujar Meiki.

Meiki menegaskan Walhi Jabar masih membuka posko pengaduan untuk masyarakat yang terdampak pembangunan Kereta Cepat Jakarta-Bandung.

Aduan tersebut nantinya akan disampaikan ke Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) selaku pihak yang berwenang mengeluarkan Analisa mengenai Dampak Lingkungan (Amdal).

Kereta Cepat Jakarta-Bandung berstatus sebagai Proyek Strategis Nasional (PSN). Sebanyak 75 persen biaya proyek ini berasal dari utang pemerintah ke China Development Bank, dan 25 persen sisanya berasal dari ekuitas atau modal bersama PT Kereta Cepat Indonesia-China (KCIC).

Oleh : Arie Nugraha, Adi Ahdiat
Editor: Rony Sitanggang

Kirim Komentar


Nama
No. Hp
Isi Pesan
  CAPTCHA Image [ Ganti gambar ]
  Isikan kode di gambar
 


Artikel

25 Februari 2020 08:24:07
PERPANJANGAN WAKTU PENDAFTARAN ANGGOTA PPS TAHUN 2020
24 Februari 2020 17:12:15
Pro-Kontra Pendidikan Tinggi Khusus untuk Warga Negara Berkebutuhan Khusus
24 Februari 2020 17:07:46
Setelah Hentikan 36 Kasus, KPK Bakal Evaluasi Penyelidikan 366 Kasus Lain
21 Februari 2020 14:20:50
APBN Januari 2020 Defisit Rp 36,1 Triliyun
21 Februari 2020 08:56:01
Perbub Nomor 18 Tahun 2017 Tentang Pemilihan Wali Nagari Antar Waktu
20 Februari 2020 16:43:22
ICW : Pemerintah Kabupaten, Lembaga Terkorup Sepanjang 2019
20 Februari 2020 08:33:43
Penting : Himbauan Bawaslu Kecamatan Luak
23 Mei 2019 15:31:48
PENGUMUMAN PENDAFTARAN CALON PERANGKAT NAGARI
05 Oktober 2019 17:45:21
Ibu Kota Baru Bisa Tampung 3 Juta Jiwa
27 Agustus 2019 09:05:01
Wakapolda Sumbar Terkesima Dengan Keindahan Kayukolek
10 Agustus 2019 12:08:34
QUISIONER PENILAIAN INFORMASI PUBLIK TAHUN 2019
12 Oktober 2018 09:11:59
Lintau Buo Utara Tanah Datar Dilanda Banjir Bandang dan Tanah Longsor
09 Januari 2019 12:33:19
DAFTAR INFORMASI SERTA MERTA
25 Juli 2018 10:47:31
PEMILU 2019 | PASTIKAN ANDA TERDAFTAR

Layanan E - LAPOR

    Silakan datang atau hubungi operator Nagari untuk mendapatkan kode PIN Anda.

Aparatur Nagari

Agenda

Statistik Penduduk

LAKI-LAKI
2,715 Jiwa 
PEREMPUAN
2,745 Jiwa 

Sinergi Program

KEMENDAGRI Kementrian Desa Menpan RB
Portal Kab.Lima Puluh Kota Kominfo Lima Puluh Kota BPS Kab.Lima Puluh Kota
Komisi Informasi BPJS Online Legusa Fest
OPENDESA OPENSID
nagari-news.com KBR Prime

Info Media Sosial

LOKASI KAYU KOLEK

Youtube Kayu Kolek

Komentar Terkini

Vidio Potensi Nagari

Poling Kepuasan Masyarakat

Statistik Pengunjung

Hari ini
Kemarin
Jumlah Pengunjung