rss_feed

Nagari Tanjung Haro Sikabu - Kabu Padang Panjang

Kampung Baru Jr.Padang Panjang
Kecamatan Luak Kabupaten Lima Puluh Kota Provinsi Sumatera Barat
Kode Pos 26261

call 085246098111| mail_outline tanjungharosikabu2pp@gmail.com

  • NOFRIZAL

    Wali Nagari

  • HERRY WANDA

    Sekretaris Nagari

  • PINO YUANDA

    Kaur Umum dan Perencanaan

  • NELDIA PUTRI

    Kaur Keuangan

  • DETY PURNAMA ROZA

    Kaur Tata Usaha dan Umum

  • IPIT ENDANG PURNAMA

    Kasi Pemerintahan

  • MUHAMAD RIZKI

    Kasi Kesejahteraan

  • NILA SAFITRI

    Kasi Pelayanan

  • ISMAIL

    Kepala Jorong Sikabu-kabu

  • HERMAN

    Kepala Jorong Lakuak Dama

  • A. WAHID

    Kepala Jorong Bukik Kanduang

  • FAUZAN AZMI

    Kepala Jorong Tanjung Haro Selatan

  • ARIF RAHMAN

    Kepala Jorong Padang Panjang

  • RONI PUTRA

    Staff Operator

settings Pengaturan Layar

Selamat Datang di Portal Website Resmi Pemerintahan Nagari Tj.Haro Sikabu-kabu Pd.Panjang | Informasi Nagari adalah Hak Masayarakat - UU RI No 14 Tahun 2008 Tentang Keterbukaan Informasi | AWASI Pembangunan Nagari Kita - LAPORKAN Bila Ada Penyimpangan
fingerprint
Sawah Lenggek Sikabu: warung bakso Rosmena dan pemandangan alam

29 Mar 2021 07:37:34 843 Kali

 

Posted By: Roni Keron

"Bagi orang-orang, yang hendak berwisata ke Kayu Kolek dan bila sudah merasa sedikit lapar tentu bisa singgah ke warungnya. Dan apabila menyengaja datang ke warungnya, menjelang sore bisa pula mampir untuk sekedar berfoto di Kayu Kolek. Karena, jika hari terang, bisalah dapat bonus melihat kota Payakumbuh dari kejauhan. Kayu Kolek dan warungnya bisa saling menopang. Sesederhana itu Rosmena memikirkannya".

 

-------------------------

warga.warga-Nagari--- Beberapa bulan terakhir, jorong Sikabu-Kabu, nagari Tanjung Haro Sikabu-Kabu Padang Panjang mendadak ramai. Tidak hanya ramai di jagad maya juga di dunia nyata. Mulai saja tagelek luhua hingga menjelang magrib, ada saja kendaraan yang mudik. Dan ketika penanda magrib ditabuh baru mereka hilir. Kendaraan-kendaraan itu, tampaknya berasal dari luar nagari Sikabu-kabu. Hal itu, tidak saja terlihat dari plat nomor kendaraan mereka. Namun, karena memang masyarakat hapal betul mana orang luar dan mana warga masyarakatnya.

Tidak hanya kendaraan roda dua, juga tak sedikit pula kendaraan roda empat. Pada kendaraan roda dua, tampak didominasi oleh usia muda dan mudi. Mereka, ada yang datang beriringan dengan komplotannya, juga ada yang berboncengan dengan pasangannya. Sementara, kendaraan roda empat tampak seperti sebuah keluarga. Bisa dilihat saja dengan jelas dari jendela mobil mereka yang kacanya sengaja diturunkan.

Melihat orang ramai lewat di depan rumah, menjadi tontonan tersediri pula oleh masyarakat. Apalagi yang berboncengan begitu mesra. Istilahnya, lari honda e 40 km, pocik e 180 km. Bagi masyarakat, itu menjadi bahan tertawaan mereka tatkala menunggu magrib. Tetapi, kiranya keramaian itu selalu berulang keesokan harinya. Setelah beberapa lama, akhirnya masyarakat penasaran juga. Pada kemanakah anak-anak muda itu? Seperti halnya masyarakat banyak, saya juga diliputi rasa penasaran yang tak kalah keponya.


Pemandangan sawah dari salah satu sudut warung bakso
Foto: Irwan BL

Awalnya saya menduga, mereka akan menuju Kayu Kolek. Sebuah destinasi wisata baru di nagari Tanjung Haro Sikabu-Kabu Padang Panjang, yang kebetulan loksasinya ada di jorong Sikabu-Kabu. Yang sejak awal dibuka memang cukup viral di dunia maya. Tetapi rupanya tidak. Ada apa gerangan, semua orang masih bertanya-tanya.

Namun, setelah beberapa hari, rasa penasaran saya dan beberapa masyarakat terjawab juga. Ternyata, selain Kayu Kolek, ada satu lagi kunjungan baru ke nagari Tanjung Haro Sikabu-Kabu Padang Panjang yang juga sedang viral-viralnya di media sosial. Yaitu, Sawah Lenggek Sikabu. Namun, apa itu Sawah Lenggek, dan dimana itu Sawah Lenggek Sikabu, bahkan masyarakatnya sendiri tidak mengetahui perihal nama itu. Begitulah ironisnya dunia maya ini, yang jauh terasa dekat, dan yang dekat terasa asing karenanya.

Bermula dari salah satu pengunjung yang sering datang ke sebuah warung bakso. Warung bakso yang ada di pinggir jalan lingkar jika hendak menuju wisata Kayu Kolek. Di depan warung tersebut, sejauh matanya memandang ke arah bawah terlihat sawah yang bertingkat-tingkat. Agaknya, bagi masyarakat tidak ada yang istimewa dari pemandangan tersebut. Barangkali karena setiap hari pemandangannya hanya serupa itu saja. Namun tidak bagi pengunjung tersebut. Barangkali ada sesuatu yang indah yang tidak biasa baginya.

Yaitu, sebuah pemandangan yang terang telanjang dari ketinggian bukit di kaki Gunung Sago. Di bawahnya, sawah yang menghampar tampak bertingkat-tingkat ke arah hilirnya. Menariknya, jika tiba musim panen, sawah itu sama-sama menguning dari atas hingga bawah. Jika datang pula musim tanam, maka akan terlihat menghijau pula dari puncak hingga ke lembah terendahnya. Barangkali pemiliknya sengaja menyamakan musim tanam, sehingga sama pula masa panennya.


Berpose di salah satu pondok warung bakso
Foto: Ilfa Ciang

Sementara itu, di paling ujung mata memandang, jika hari sedang cerah-cerahnya, akan tersumbul dengan jelas ranumnya “puting” Gunung Bungsu yang menyeruak di balik awan. Yang kesemuanya itu, jika dicekrek bagaimanapun, dan ditambahkan sedikit preset, maka dijamin selama seminggu kau hanya ingin mengunggah foto itu saja di 127 akun media sosial milik kamu. Dan tidak lupa menandai akun-akun terkait landscape alam. Pendeknya, kamu seperti punya kebanggan tersendiri melihat foto-fotomu sendiri.

Dari situlah kemudian, pengunjung tadi membuatkan sebuah akun media sosial dengan nama Sawah Lenggek Sikabu. Sebagaimana media sosial tentu difollow, dilike, lalu dibagi-bagikan. Maka jadilah Sawah Lengggek Sikabu yang kemudian dicari-cari oleh pemburu gambar selfie maupun welfie.

Tetapi, rupanya bermedia sosial di Sawah Lenggek Sikabu ini tidak lain hanyalah bonus semata. Yang dicari pertama kalinya oleh orang-orang yang datang rupanya bukanlah itu semata. Yang menjadi auto fokusnya justru warung bakso di pinggir jalan itu tadi. Warung sederhana di tepi bukit. Adalah warung bakso Rosmena. Rosmena yang dulu pernah bekerja sebagai pramusaji di beberapa kedai makan dan minum di kota Payakumbuh. Kini, ia membuka sendiri warung miliknya. Warung yang awalnya hanya untuk sekedar membantu pendapatan tambahan suaminya.

Lama kelamaan, ia berfikir, kenapa tidak pengalaman yang ia dapat itu bisa dikembangkan. Seperti menu miso misalnya, tentu bisa ditambahkan varian-varian lainnya. Seperti bakso, tulang, dan juga bisa ditambahkan ceker. Kemudian untuk mienya pun bisa dipilih. Mau pakai supermi, indomie, atau yang sering dipakai orang yaitu bihun. Sementara itu untuk menu untuk minuman juga dipelajarinya. Mulai dari lemon tea, cappucino, kopi, susu jahe, teh, teh susu, teh tarik, hingga nutrisari. Yang kesemuanya itu bisa disruput dingin ataupun panas.


Salah satu menu di warung bakso Rosmena
Foto: Instagram @sawahlenggek_sikabu

Rosmena sendiri sebenarnya tidak tahu menahu soal viralnya warung baksonya. Katanya, awalnya hanya warung biasa. Tempat sebagian masyarakat menunda lapar dengan memesan mie rebus, soto, juga mie goreng. Atau sekedar tempat ngopi dan ngeteh anak-anak muda sambil gitaran. Baru pada tahun kemaren ia memberanikan diri untuk menambah menu miso dan bakso. Dan, semenjak pandemi, ketika jualan sedang lesu-lesunya, ia meminta tolong kepada mamaknya yang kebetulan tukang bangunan untuk membuatkan pondok-pondok di depan warungnya. Pondok yang dibangun menghadap ke deretan sawah-sawah. Sementara di kiri dan kanannya dijejerkan bangku panjang yang juga mengantar mata untuk melihat hamparan sawah. Barangkali dengan pondok tersebut akan membuat orang bertah berlama-lama di warungnya.

Bagi orang-orang, yang hendak berwisata ke Kayu Kolek dan bila sudah merasa sedikit lapar tentu bisa singgah ke warungnya. Dan apabila menyengaja datang ke warungnya, menjelang sore bisa pula mampir untuk sekedar berfoto di Kayu Kolek. Karena, jika hari terang, bisalah dapat bonus melihat kota Payakumbuh dari kejauhan. Kayu Kolek dan warungnya bisa saling menopang. Sesederhana itu Rosmena memikirkannya.

Seperti yang dibayangkannya, siapa sangka, warungnya yang sederhana itu akhirnya mampu mendatangkan banyak orang. Orang yang entah dari mana saja. Makin hari makin ramai saja. Hingga ia mulai keteteran untuk melayani orang-orang yang berdatangan. Belum lagi memikirkan tempat untuk parkir. Agaknya, pondok yang dibuatkan oleh mamaknya itu mampu menjadi kunjungan alternatif untuk menarik orang untuk datang ke nagari Sikabu-Kabu Tajung Haro Padang Panjang.

Satu hal yang kemudian diharapkan oleh Rosmena. Bagaimana kemudian masyarakat, atau setidaknya pemuda Sikabu-Kabu bisa pula memanfaatkan keramaian di warungnya. Apa kemudian yang bisa dimanfaatkan tentu bisa dibicarakan. Selama bisa saling menguntungkan kenapa tidak.

business
Kirim Komentar

Untuk artikel ini

person
stay_current_portrait
mail
chat

account_circle Aparatur Nagari

folder Arsip Artikel


map Wilayah Nagari

assessment Statistik Nagari

insert_photo Album Galeri

reorder Vidio Potensi Nagari

reorder LOKASI KAYU KOLEK

message Komentar Terkini

  • person Lusia Sitanggang

    date_range 10 Januari 2022 04:08:13

    Saya ingin bergabung di PT Philips yang bapak/ ibu pimpin [...]
  • person Riska

    date_range 28 Desember 2021 14:51:23

    Kami di sini kadang mrasa dirugikan krna bri link tmpat [...]
  • person Puja ramadhani

    date_range 24 Desember 2021 15:55:18

    Saya ingin melanjutkan pendidikan sayaa. Saya ingin [...]
  • person Puja ramadhani

    date_range 24 Desember 2021 15:54:40

    Saya ingin melanjutkan pendidikan sayaa. Saya ingin [...]
  • person Syaema

    date_range 14 Desember 2021 04:53:38

    Maaf, apa bisa jika saya meminta file pdf KK di smart [...]
  • person Maigha isda helvina

    date_range 06 Desember 2021 05:26:09

    Mau urus surat pindah. Tapi katanya saya sudah tidak [...]
  • person Maulika Kharisma

    date_range 10 November 2021 13:20:12

    Selamat malam bapak/ibu..saya ingin bertanya apakah [...]
  • person Cerani wanata

    date_range 06 Oktober 2021 09:49:09

    Cek kk nik udah terdaftar apa belum2x3 [...]
  • person Habil hakim

    date_range 30 September 2021 20:01:24

    Saya mau ambil paket b buk jadi biaya gimana buk? [...]
  • person FITRI ARIANI

    date_range 25 Agustus 2021 06:46:02

    Saya sangat2 berharap agar bisa mendapatkan beasiswa [...]

reorder Poling Kepuasan Masyarakat

assessment Statistik Pengunjung

Hari ini:982
Kemarin:4.344
Total Pengunjung:2.636.498
Sistem Operasi:Unknown Platform
IP Address:75.101.211.110
Browser:Tidak ditemukan
TRANSPARANSI ANGGARAN
Sumber Data : Siskeudes
insert_chart
APBDes 2021 Pelaksanaan

Realisasi | Anggaran

PENDAPATAN
Rp. 1,549,663,738 | Rp. 1,963,239,149
78.93 %
BELANJA
Rp. 1,332,301,300 | Rp. 2,237,531,330
59.54 %
PEMBIAYAAN
Rp. 0 | Rp. 274,292,181
0 %
insert_chart
APBDes 2021 Pendapatan

Realisasi | Anggaran

Lain-Lain Pendapatan Asli Desa
Rp. 8,070,000 | Rp. 9,000,000
89.67 %
Dana Desa
Rp. 921,303,200 | Rp. 1,088,629,000
84.63 %
Bagi Hasil Pajak dan Retribusi
Rp. 0 | Rp. 24,000,000
0 %
Alokasi Dana Desa
Rp. 613,927,640 | Rp. 838,110,149
73.25 %
Bunga Bank
Rp. 6,362,898 | Rp. 3,500,000
181.8 %
insert_chart
APBDes 2021 Pembelanjaan

Realisasi | Anggaran

BIDANG PENYELENGGARAN PEMERINTAHAN DESA
Rp. 565,482,186 | Rp. 797,999,229
70.86 %
BIDANG PELAKSANAAN PEMBANGUNAN DESA
Rp. 429,815,514 | Rp. 815,984,709
52.67 %
BIDANG PEMBINAAN KEMASYARAKATAN
Rp. 42,935,400 | Rp. 166,160,300
25.84 %
BIDANG PEMBERDAYAAN MASYARAKAT
Rp. 27,779,700 | Rp. 137,157,680
20.25 %
BIDANG PENANGGULANGAN BENCANA, DARURAT DAN MENDESAK DESA
Rp. 266,288,500 | Rp. 320,229,412
83.16 %