Nagari Tj. Haro Sikabu-kabu Pd. Panjang

Kecamatan Luak
Kabupaten Lima Puluh Kota - Sumatera Barat

Artikel

Kondisi Geografis Nagari Tj Haro Sikabu-kabu Pd Panjang

Herry

03 Juni 2025

1 Kali Dibaca

Luas dan Batas Wilayah Administrasi

Nagari Tj Haro Sikabu-kabu Pd Panjang merupakan satu dari tujuh puluh sembilan Nagari yang ada di Kabupaten Limapuluh Kota. Berdasarkan data statistik tahun 2010 luas wilayah Nagari Tj Haro Sikabu-kabu Pd Panjang adalah 1.387 Ha² atau 13,87 Km², yang berarti 0,41 persen dari daratan Kabupaten Limapuluh Kota yang luasnya mencapai 3.354,30 Km².

Nagari Tj Haro Sikabu-kabu Pd Panjang terdiri dari 6 Jorong yaitu :

  1. Jorong Sikabu-Kabu,
  2. Jorong Lakuak Dama,
  3. Jorong Bukik Kanduang,
  4. Jorong Tanjuang Haro Utara,
  5. Jorong Tanjung Haro Selatan, dan
  6. Jorong Padang Panjang.

Sesuai dengan Keputusan Bupati Kabupaten Lima Puluh Kota nomor 398/BLK-2001 tentang Pembentukan Pemerintahan Nagari Tj Haro Sikabu-kabu Pd Panjang Kecamatan Luak Secara administratif berbatas dengan :

  1. Sebelah Utara berbatasan dengan Kelurahan Sicincin dan Kelurahan Air Tabit (Kota Payakumbuh)
  2. Sebelah Selatan berbatasan dengan Gunuang Malintang (Gunung Sago)
  3. Sebelah Timur berbatasan dengan Nagari Sungai Kamuyang
  4. Sebelah Barat berbatasan dengan Nagari Situjuah Gadang Kecamatan Situjuah Limo Nagari dan Kelurahan Aur Kuning (Kota Payakumbuh)

Letak dan Kondisi Geografis

Secara geografis Nagari Tj Haro Sikabu-kabu Pd Panjang terletak antara 100˚ 38’ 55,8” BT sampai 100˚ 40’ 3,30” BT dan 0˚ 14’ 39,2” LS sampai 0˚ 18’ 0” di Kecamatan Luak. Pusat Pemerintahan Nagari Tanjung HaroSikabu-Kabu Padang Panjang terletak di daerah Kampung Baru (dulu disebut Parak Jua) dalam wilayah Jorong Padang Panjang yang berada pada posisi 100˚ 39’ 12,06” BT dan 0˚ 15’ 30,94” 596 m dpl.

Nagari Tj Haro Sikabu-kabu Pd Panjang merupakan Nagari terdepan dan sekaligus gerbang utama di Kabupaten Limapuluh Kota bagian Selatan yang berbatasan langsung dengan Kota Payakumbuh.

Dengan posisi tersebut, Nagari Tj Haro Sikabu-kabu Pd Panjang memiliki posisi yang sangat strategis dan bisa dikembangkan secara maksimal, baik di sektor pariwisata dengan kondisi alam yang indah maupun dari sektor ekonomi seperti pertanian dan perkebunan maupun peternakan dan perikanan, sehingga bisa menjadi supplier bagi Kota tetangga.

Dengan luas areal lahan pertanian dan perkebunan yang mencapai lebih dari 1.000 ha, dengan akses yang tidak sulit untuk dijangkau, maka akan sangat menguntungkan bagi Tj Haro Sikabu-kabu Pd Panjang untuk mampu bersaing dengan Nagari lainnya dalam segi pemasaran hasil bumi.

Topografi

Karakteristik fisik wilayah dapat ditemu kenali melalui keadaan topografi, geologi, morfologi wilayah, jenis tanah, iklim, hidrologi, dan sebagainya. Wilayah Tj Haro Sikabu-kabu Pd Panjang memiliki topografi yang bervariasi antara datar, bergelombang, dan berbukit-bukit dengan ketinggian dari permukaan laut antara 550 meter dan 1.100 meter. Berikut Tabel Ketinggian Nagari Tj Haro Sikabu-kabu Pd Panjang dari Permukaan laut.

Nagari Tj Haro Sikabu-kabu Pd Panjang yang berada pada kemiringan, ketinggian dan morfologi daratan, wilayah pegunungan, dataran tinggi dan dataran rendah memiliki kemiringan tanah berkisar antara 5 - 40 % bahkan ada yang lebih dari 40 % (lebih dominan) yang dikelompokkan dalam :

  • Kemiringan 15 - 40% terdapat pada bagian Tenggara dan Barat Daya dari Nagari Tanjung Haro Sikabu-kabu Padang Panjang.
  • Kemiringan 74 % terdapat dibagian Selatan Nagari Tj Haro Sikabu-kabu Pd Panjang (Pinggiran kaki Gunung Sago).

Geologi (Struktur dan Karakteristik serta Potensi Kandungan)

Ditinjau dari segi geomorfologi regional Nagari Tj Haro Sikabu-kabu Pd Panjang yang merupakan satu kesatuan dari daerah Kabupaten Lima Puluh Kota berada pada rangkaian perbukitan yang dikenal dengan “Bukit Barisan” dan merupakan bagian dari “Volcanic Arc” tatanan atau kerangka tektonik lempeng di daerah Sumatera.

Struktur geologi regional sangat dipengaruhi oleh tatanan geologi Sumatera. Dari struktur geologi, daerah ini termasuk ke dalam daerah cekungan Payakumbuh, yang memiliki struktur sesar atau patahan berupa struktur sesar normal (sesar turun) dan sesar geser yang merupakan refleksi dari basement daerah berupa Block Faulting System (Sistem Sesar Bongkah).

Meski tidak memiliki struktur sesar melainkan neogene, Nagari Tanjung Haro Sikabu Kabu Padang Panjang yang berada di kaki gunung sago dan merupakan bagian daerah Kabupaten Limapuluh Kota sangat rentan dengan pergeseran tanah karena berada dekat dengan struktur sesar normal yang dimiliki Kelok Sembilan, Solok Bio-Bio dan Batu Balang.

Mengacu pada ketentuan yang dikeluarkan oleh BPN Kabupaten Lima Puluh Kota maka dapat diketahui klasifikasi tekstur tanah Nagari Tanjung HaroSikabu-Kabu Padang Panjang adalah sedang dan halus dengan jenis tanah latosol/Brown Forest Soil, PH tanahnya agak masam sampai sedang yang bersifat tahan terhadap erosi dan cocok untuk pertanian.

Hidrologi

Tata air Nagari Tj Haro Sikabu-kabu Pd Panjang terdiri dari air permukaan dan air bawah tanah. Air permukaan di Nagari Tj Haro Sikabu-kabu Pd Panjang mempunyai banyak sumber mata air antara lain, Kapalo Ayie, Lurah Silidih, Lurah Pincuran nan Ampek, Lurah Sibisu, Lurah Bulakan, dan Lurah Danau yang pada umumnya sumber-sumber mata air tersebut digunakankan oleh masyarakat sebagai tempat mandi umum (MCK) dan pengairan sawah.

Jika melihat peta menggunakan pesawat satelit, terdeteksi adanya air bawah permukaan yang dimiliki oleh Nagari Tj Haro Sikabu-kabu Pd Panjang dengan jumlah tiga kali lebih besar dari air bawah tanah yang dimiliki Nagari Sungai Kemuyang. Letak air bawah permukaan yang terdeteksi tesebut berada memanjang mulai dari Talang hingga ke Lurah Sinjariang mengikuti lekuk bukik balimbiang.

Namun, air bawah permukaan ini belum termanfaatkan dengan baik dan berkemungkinan hanya menggunakan resapan melalui tempat yang lebih rendah sehingga menimbulkan sejumlah mata air seperti tersebut diatas dan dimanfaatkan sebagai sumber pengairan sawah.

Klimatologi

Suhu rata-rata di Nagari Tj Haro Sikabu-kabu Pd Panjang berada pada kisaran 22 0C – 29 0C dan kelembaban udara sekitar 81.6 % - 90.6 %. Curah hujan tertinggi 3.759 mm/tahun dan curah hujan terendah 1.834 mm/tahun. Berdasarkan data yang ada curah hujan tertinggi terjadi pada bulan April sedangkan jumlah hari hujan terbanyak terjadi pada bulan Nopember.

Kondisi iklim tersebut tidak memberikan berpengaruh yang signifikan terhadap aktivitas penduduk. Data jumlah curah hujan dan hari hujan Tj Haro Sikabu-kabu Pd Panjang tahun 2016-2020 .

Data  curah  hujan  tahunan  Kabupaten  Lima  Puluh  Kota  tahun  2016-2020  berdasarkan  hasil pemantauan BMKG  Stasiun  Klimatologi Kelas II Padang Pariaman di Pangkalan dan Politani Tanjung Pati, berkisar antara 1.922 mm sampai 4237 mm. Karena wilayahnya yang luas, curah hujan disetiap daerah di Kabupaten Lima Puluh Kota tidak sama. Untuk daerah pangkalan sekitarnya, curah hujan tahunan paling banyak terjadi di tahun 2019 dengan rata-rata curah 4.237 mm. Untuk daerah Tanjung Pati dan sekitarnya curah hujan tahunan paling banyak juga terjadi  pada tahun 2019 dengan rata-  rata curah 2.858 mm. Hal ini tergambar dari grafik berikut ini.

Data  curah  hujan  bulanan  Kabupaten  Lima  Puluh  Kota  tahun 2020 berdasarkan hasil pemantauan BMKG Stasiun  Klimatologi Kelas II Padang Pariaman di Pangkalan dan Politani Tanjung Pati, dapat dilihat bahwa termasuk dalam  kategori  rendah  sampai  sangat  tinggi. Puncak  tertinggi  curah  hujan  rata-rata bulanan terjadi  pada bulan  April  (547 mm  di  Pangkalan  dan  362  mm  di  Politani  Tanjung  Pati)  dan terendah pada bulan Juli (187 mm di Pangkalan dan 79 mm di Politani Tanjung Pati) dan bulan Desember (65 mm di Politani Tanjung Pati).

Hujan merupakan masukan dalam sistem hidrologi. Ditinjau dari kualitasnya dibandingkan dengan air alami lainnya. Air hujan merupakan air paling murni dalam arti komposisinya hampir mendekati H 2O. Namun demikian, pada hakekatnya tidak pernah dijumpai air hujan yang betul-betul hanya tersusun atas H2O saja, berbagai faktor lingkungan telah mempengaruhi kualitas air hujan tersebut. Pencemaran udara yang terjadi di kota-kota besar, baik yang berupa buangan gas maupun emisi dari  kendaraan  bermotor. Serta buangan gas dari pabrik telah mempengaruhi kualitas air hujan yang jatuh di daerah kota. 

Kualitas air hujan di Kabupaten Lima Puluh Kota pada bulan Maret Tahun 2018, sebagaimana tabel di atas dapat dilihat dari segi PH (6,62), masih sangat baik dan cendrung netral seperti air permukaan (6,1-7). Dilihat dari Daya Hantar Listriknya (DHL) sebesar 6,2 mengindikasikan bahwa air hujan tersebut tidak hanya  terdiri  dari  H2O  saja,  tetapi  juga  terdapat  garam- garam  yang terlarut  yang  dapat  terionisasi.

Daya Dukung dan Daya Tampung Lingkungan Hidup

Daya Dukung dan Daya Tampung Lingkungan Hidup, sesuai UU Nomor 32 Tahun 2009, Daya dukung lingkungan  hidup  adalah  kemampuan  lingkungan  hidup  untuk  mendukung  perikehidupan  manusia, makhluk hidup lain,  dan  keseimbangan  antarkeduanya.  Sementara itu, daya tampung lingkungan hidup adalah kemampuan lingkungan hidup untuk menyerap zat, energi, dan/atau komponen lain yang masuk atau dimasukkan ke dalamnya. Konsep  jasa  ekosistem  dikelompokkan  atas  empat,  yaitu  jasa  penyediaan  (provisioning),  jasa pengaturan (regulating), jasa budaya (cultural), dan jasa pendukung (supporting). Dalam setiap kelompok tersebut  dibagi  pula  atas  beberapa  bagian,  sehingga  secara  total  terdapat  23  klasifikasi  jasa  ekosistem sebagai berikut.

  1. Jasa penyediaan : (1) bahan makanan, (2) air bersih, (3) serat, bahan bakar dan bahan dasar lainnya (4) materi genetik, (5) bahan obat dan biokimia, (6) spesies hias.
  2. Jasa Pengaturan : (7) Pengaturan kualitas udara, (8) Pengaturan iklim, (9) Pencegahan gangguan, (10)  Pengaturan  air,  (11)  Pengolahan limbah, (12) Perlindungan tanah, (13) Penyerbukan, (14) Pengaturan biologis, (15) Pembentukan tanah
  3. Budaya :  (16) Estetika,  (17) Rekreasi, (18) Warisan dan  indentitas budaya, (20) Spiritual dan keragaman, (21) Pendidikan
  4. Pendukung : (22) Habitat berkembang biak, (23) Perlindungan plasma nutfah

Berdasarkan  definisi  dan  pengelompokan  di  atas,  terdapat  kesamaan  pengertian  antara  jasa ekosistem dengan daya dukung dan daya tampung lingkungan hidup.  Pengertian jasa penyediaan, budaya mencerminkan  konsep  daya  dukung  lingkungan  dan  jasa  pengaturan  yang  memiliki  kesamaan  dengan daya  tampung  lingkungan.  Sedangkan  jasa  pendukung  bisa  bermakna  daya  dukung  maupun  daya tampung lingkungan. Namun untuk kepentingan operasional, daya dukung dan daya tampung lingkungan hidup dengan pendekatan jasa ekosistem, menganut asumsi berikut : 

  1. Semakin tinggi jasa ekosistem  suatu  wilayah,  maka  semakin  tinggi kemampuan lingkungan hidup untuk  mendukung  perikehidupan manusia, makhluk hidup lain, dan  keseimbangan antarkeduanya (lihat jasa penyediaan, Jasa budaya, dan pendukung).
  2. Semakin tinggi jasa  ekosistem suatu  wilayah,  maka  semakin tinggi kemampuan lingkungan  hidup untuk menyerap  zat,  energi, dan/atau komponen lain yang masuk atau  dimasukkan  ke  dalamnya (lihat jasa pengaturan)

Teknik operasional dari konsep diatas dilakukan dengan menggunakan pendekatan keruangan yaitu menyusun  peta  daya  dukung  dan  daya  tampung  lingkungan  hidup  jasa  ekosistem  sebanyak  jenis  jasa ekosistem  yang  dikaji  (20  jasa  ekosistem).  Dari  peta  yang  dihasilkan  tersebut  dapat  diketahui  luasan, distribusi, dan indek daya dukung jasa lingkungan. Luas Lahan (Ha) Menurut Jenis Penggunaan Tj Haro Sikabu-kabu Pd Panjang Tahun 2021 pada tabel berikut :

Pada tabel di atas terlihat lahan kering yang terbesar digunakan untuk pemukiman, sementara area perkebunan masih belum optimal dikarenakan tanah ulayat belum dimanfaatkan dengan baik dan hanya ditumbuhi tanaman pinus (saat ini hutan pinus tinggal sedikit - perubahan data 2025) 

Penggunaan lahan basah masih didominasi oleh sawah tadah hujan dimana luasnya melebihi jumlah total lahan kering. Jumlah sawah irigasi produktif masih lebih kecil jika dibandingkan dengan luas sawah tadah hujan. Kecilnya luas sawah irigasi produktif dibanding dengan luas sawah tadah hujan terjadi karena faktor jumlah debit air yang keluar dari sejumlah mata air tidak mencukupi untuk mengairi seluruh area sawah yang ada. Sehingga penggunaan sawah tadah hujan oleh masyarakat harus menyesuaikan dengan musim.

Sumber : Dokumen RPJ Nagari
Sunting ke 2 : Perubahan RPJM Nagari Tahun 2025

Kirim Komentar

Nama
Telp./HP
E-mail

Komentar

Captha

Komentar Facebook

Statistik Desa

Aparatur Nagari

Wali Nagari

NOFRIZAL, S.Pd, NL.P

Sekretaris Nagari

HERRY WANDA, A.Md.Kom

Kepala Urusan Keuangan

NELDIA PUTRI, S.Pd

Kepala Urusan Perencanaan

RONI PUTRA, S.Sn

Kepala Urusan Umum dan Tata Usaha

DETY PURNAMA ROZA, S.Kom

Kepala Seksi Pemerintahan

NILA SAFITRI, A.Md

Kepala Seksi Kesejahteraan

MUHAMAD RIZKI, S.Pd.I

Kepala Seksi Pelayanan

ARIF RAHMAN, A.Md

Kepala Jorong Lakuak Dama

HERMAN

Kepala Jorong Bukik Kanduang

A. WAHID

Kepala Jorong Tanjung Haro Selatan

FAUZAN HAZMI

Kepala Jorong Padang Panjang

RIKO SATRIA

Kepala Jorong Sikabu-kabu

ZULHAM

Kepala Jorong Tanjung Haro Utara

Boy Eko Febrian

Staf Operator

RENO SETIAWAN RAMADHAN, S.H

Layanan Mandiri
Layanan Mandiri
Layanan Mandiri
Layanan Mandiri

Nagari Tj. Haro Sikabu-kabu Pd. Panjang

Kecamatan Luak, Kabupaten Lima Puluh Kota, 13

Media Sosial

Komentar

Mella Yanuarti

21 Desember 2022 13:35:57

semoga amanah...

Muhammad Rizky Pratama

20 Desember 2022 07:04:19

Semoga amanah...

Ayatul Aini

10 September 2022 13:55:47

Bismillahirrohmanirrohim...

Ayatul Aini

10 September 2022 13:53:47

Bismillahirrohmanirhorim...

Romi Inriyani

10 September 2022 04:13:01

Semoga bisa anggota BPS...

NENGSIH

09 September 2022 12:51:31

Semoga diterima...

Statistik Pengunjung

Hari ini:496
Kemarin:2,098
Total:5,840,571
Sistem Operasi:Unknown Platform
IP Address:10.4.1.3
Browser:Mozilla 5.0

Jam Kerja

Hari Mulai Selesai
Senin 08:00:00 16:00:00
Selasa 08:00:00 16:00:00
Rabu 08:00:00 16:00:00
Kamis 08:00:00 16:00:00
Jumat 08:00:00 16:00:00
Sabtu Libur
Minggu Libur

Lokasi Kantor Nagari

Latitude:-0.25872232012761903
Longitude:100.65330505371095

Nagari Tj. Haro Sikabu-kabu Pd. Panjang, Kecamatan Luak, Kabupaten Lima Puluh Kota - Sumatera Barat

Buka Peta

Wilayah Nagari