Nagari Tj. Haro Sikabu-kabu Pd. Panjang
Kecamatan Luak, Kabupaten Lima Puluh Kota - 13
Herry | 03 Juni 2025 | 1 Kali Dibaca
Artikel
Herry
03 Juni 2025
1 Kali Dibaca
Luas dan Batas Wilayah Administrasi
Nagari Tj Haro Sikabu-kabu Pd Panjang merupakan satu dari tujuh puluh sembilan Nagari yang ada di Kabupaten Limapuluh Kota. Berdasarkan data statistik tahun 2010 luas wilayah Nagari Tj Haro Sikabu-kabu Pd Panjang adalah 1.387 Ha² atau 13,87 Km², yang berarti 0,41 persen dari daratan Kabupaten Limapuluh Kota yang luasnya mencapai 3.354,30 Km².
Nagari Tj Haro Sikabu-kabu Pd Panjang terdiri dari 6 Jorong yaitu :
- Jorong Sikabu-Kabu,
- Jorong Lakuak Dama,
- Jorong Bukik Kanduang,
- Jorong Tanjuang Haro Utara,
- Jorong Tanjung Haro Selatan, dan
- Jorong Padang Panjang.
Sesuai dengan Keputusan Bupati Kabupaten Lima Puluh Kota nomor 398/BLK-2001 tentang Pembentukan Pemerintahan Nagari Tj Haro Sikabu-kabu Pd Panjang Kecamatan Luak Secara administratif berbatas dengan :
- Sebelah Utara berbatasan dengan Kelurahan Sicincin dan Kelurahan Air Tabit (Kota Payakumbuh)
- Sebelah Selatan berbatasan dengan Gunuang Malintang (Gunung Sago)
- Sebelah Timur berbatasan dengan Nagari Sungai Kamuyang
- Sebelah Barat berbatasan dengan Nagari Situjuah Gadang Kecamatan Situjuah Limo Nagari dan Kelurahan Aur Kuning (Kota Payakumbuh)
Letak dan Kondisi Geografis
Secara geografis Nagari Tj Haro Sikabu-kabu Pd Panjang terletak antara 100˚ 38’ 55,8” BT sampai 100˚ 40’ 3,30” BT dan 0˚ 14’ 39,2” LS sampai 0˚ 18’ 0” di Kecamatan Luak. Pusat Pemerintahan Nagari Tanjung HaroSikabu-Kabu Padang Panjang terletak di daerah Kampung Baru (dulu disebut Parak Jua) dalam wilayah Jorong Padang Panjang yang berada pada posisi 100˚ 39’ 12,06” BT dan 0˚ 15’ 30,94” 596 m dpl.
Nagari Tj Haro Sikabu-kabu Pd Panjang merupakan Nagari terdepan dan sekaligus gerbang utama di Kabupaten Limapuluh Kota bagian Selatan yang berbatasan langsung dengan Kota Payakumbuh.
Dengan posisi tersebut, Nagari Tj Haro Sikabu-kabu Pd Panjang memiliki posisi yang sangat strategis dan bisa dikembangkan secara maksimal, baik di sektor pariwisata dengan kondisi alam yang indah maupun dari sektor ekonomi seperti pertanian dan perkebunan maupun peternakan dan perikanan, sehingga bisa menjadi supplier bagi Kota tetangga.
Dengan luas areal lahan pertanian dan perkebunan yang mencapai lebih dari 1.000 ha, dengan akses yang tidak sulit untuk dijangkau, maka akan sangat menguntungkan bagi Tj Haro Sikabu-kabu Pd Panjang untuk mampu bersaing dengan Nagari lainnya dalam segi pemasaran hasil bumi.
Topografi
Karakteristik fisik wilayah dapat ditemu kenali melalui keadaan topografi, geologi, morfologi wilayah, jenis tanah, iklim, hidrologi, dan sebagainya. Wilayah Tj Haro Sikabu-kabu Pd Panjang memiliki topografi yang bervariasi antara datar, bergelombang, dan berbukit-bukit dengan ketinggian dari permukaan laut antara 550 meter dan 1.100 meter. Berikut Tabel Ketinggian Nagari Tj Haro Sikabu-kabu Pd Panjang dari Permukaan laut.
Nagari Tj Haro Sikabu-kabu Pd Panjang yang berada pada kemiringan, ketinggian dan morfologi daratan, wilayah pegunungan, dataran tinggi dan dataran rendah memiliki kemiringan tanah berkisar antara 5 - 40 % bahkan ada yang lebih dari 40 % (lebih dominan) yang dikelompokkan dalam :
- Kemiringan 15 - 40% terdapat pada bagian Tenggara dan Barat Daya dari Nagari Tanjung Haro Sikabu-kabu Padang Panjang.
- Kemiringan 74 % terdapat dibagian Selatan Nagari Tj Haro Sikabu-kabu Pd Panjang (Pinggiran kaki Gunung Sago).
Geologi (Struktur dan Karakteristik serta Potensi Kandungan)
Ditinjau dari segi geomorfologi regional Nagari Tj Haro Sikabu-kabu Pd Panjang yang merupakan satu kesatuan dari daerah Kabupaten Lima Puluh Kota berada pada rangkaian perbukitan yang dikenal dengan “Bukit Barisan” dan merupakan bagian dari “Volcanic Arc” tatanan atau kerangka tektonik lempeng di daerah Sumatera.
Struktur geologi regional sangat dipengaruhi oleh tatanan geologi Sumatera. Dari struktur geologi, daerah ini termasuk ke dalam daerah cekungan Payakumbuh, yang memiliki struktur sesar atau patahan berupa struktur sesar normal (sesar turun) dan sesar geser yang merupakan refleksi dari basement daerah berupa Block Faulting System (Sistem Sesar Bongkah).
Meski tidak memiliki struktur sesar melainkan neogene, Nagari Tanjung Haro Sikabu Kabu Padang Panjang yang berada di kaki gunung sago dan merupakan bagian daerah Kabupaten Limapuluh Kota sangat rentan dengan pergeseran tanah karena berada dekat dengan struktur sesar normal yang dimiliki Kelok Sembilan, Solok Bio-Bio dan Batu Balang.
Mengacu pada ketentuan yang dikeluarkan oleh BPN Kabupaten Lima Puluh Kota maka dapat diketahui klasifikasi tekstur tanah Nagari Tanjung HaroSikabu-Kabu Padang Panjang adalah sedang dan halus dengan jenis tanah latosol/Brown Forest Soil, PH tanahnya agak masam sampai sedang yang bersifat tahan terhadap erosi dan cocok untuk pertanian.
Hidrologi
Tata air Nagari Tj Haro Sikabu-kabu Pd Panjang terdiri dari air permukaan dan air bawah tanah. Air permukaan di Nagari Tj Haro Sikabu-kabu Pd Panjang mempunyai banyak sumber mata air antara lain, Kapalo Ayie, Lurah Silidih, Lurah Pincuran nan Ampek, Lurah Sibisu, Lurah Bulakan, dan Lurah Danau yang pada umumnya sumber-sumber mata air tersebut digunakankan oleh masyarakat sebagai tempat mandi umum (MCK) dan pengairan sawah.
Jika melihat peta menggunakan pesawat satelit, terdeteksi adanya air bawah permukaan yang dimiliki oleh Nagari Tj Haro Sikabu-kabu Pd Panjang dengan jumlah tiga kali lebih besar dari air bawah tanah yang dimiliki Nagari Sungai Kemuyang. Letak air bawah permukaan yang terdeteksi tesebut berada memanjang mulai dari Talang hingga ke Lurah Sinjariang mengikuti lekuk bukik balimbiang.
Namun, air bawah permukaan ini belum termanfaatkan dengan baik dan berkemungkinan hanya menggunakan resapan melalui tempat yang lebih rendah sehingga menimbulkan sejumlah mata air seperti tersebut diatas dan dimanfaatkan sebagai sumber pengairan sawah.
Klimatologi
Suhu rata-rata di Nagari Tj Haro Sikabu-kabu Pd Panjang berada pada kisaran 22 0C – 29 0C dan kelembaban udara sekitar 81.6 % - 90.6 %. Curah hujan tertinggi 3.759 mm/tahun dan curah hujan terendah 1.834 mm/tahun. Berdasarkan data yang ada curah hujan tertinggi terjadi pada bulan April sedangkan jumlah hari hujan terbanyak terjadi pada bulan Nopember.
Kondisi iklim tersebut tidak memberikan berpengaruh yang signifikan terhadap aktivitas penduduk. Data jumlah curah hujan dan hari hujan Tj Haro Sikabu-kabu Pd Panjang tahun 2016-2020 .
Data curah hujan tahunan Kabupaten Lima Puluh Kota tahun 2016-2020 berdasarkan hasil pemantauan BMKG Stasiun Klimatologi Kelas II Padang Pariaman di Pangkalan dan Politani Tanjung Pati, berkisar antara 1.922 mm sampai 4237 mm. Karena wilayahnya yang luas, curah hujan disetiap daerah di Kabupaten Lima Puluh Kota tidak sama. Untuk daerah pangkalan sekitarnya, curah hujan tahunan paling banyak terjadi di tahun 2019 dengan rata-rata curah 4.237 mm. Untuk daerah Tanjung Pati dan sekitarnya curah hujan tahunan paling banyak juga terjadi pada tahun 2019 dengan rata- rata curah 2.858 mm. Hal ini tergambar dari grafik berikut ini.
Data curah hujan bulanan Kabupaten Lima Puluh Kota tahun 2020 berdasarkan hasil pemantauan BMKG Stasiun Klimatologi Kelas II Padang Pariaman di Pangkalan dan Politani Tanjung Pati, dapat dilihat bahwa termasuk dalam kategori rendah sampai sangat tinggi. Puncak tertinggi curah hujan rata-rata bulanan terjadi pada bulan April (547 mm di Pangkalan dan 362 mm di Politani Tanjung Pati) dan terendah pada bulan Juli (187 mm di Pangkalan dan 79 mm di Politani Tanjung Pati) dan bulan Desember (65 mm di Politani Tanjung Pati).
Hujan merupakan masukan dalam sistem hidrologi. Ditinjau dari kualitasnya dibandingkan dengan air alami lainnya. Air hujan merupakan air paling murni dalam arti komposisinya hampir mendekati H 2O. Namun demikian, pada hakekatnya tidak pernah dijumpai air hujan yang betul-betul hanya tersusun atas H2O saja, berbagai faktor lingkungan telah mempengaruhi kualitas air hujan tersebut. Pencemaran udara yang terjadi di kota-kota besar, baik yang berupa buangan gas maupun emisi dari kendaraan bermotor. Serta buangan gas dari pabrik telah mempengaruhi kualitas air hujan yang jatuh di daerah kota.
Kualitas air hujan di Kabupaten Lima Puluh Kota pada bulan Maret Tahun 2018, sebagaimana tabel di atas dapat dilihat dari segi PH (6,62), masih sangat baik dan cendrung netral seperti air permukaan (6,1-7). Dilihat dari Daya Hantar Listriknya (DHL) sebesar 6,2 mengindikasikan bahwa air hujan tersebut tidak hanya terdiri dari H2O saja, tetapi juga terdapat garam- garam yang terlarut yang dapat terionisasi.
Daya Dukung dan Daya Tampung Lingkungan Hidup
Daya Dukung dan Daya Tampung Lingkungan Hidup, sesuai UU Nomor 32 Tahun 2009, Daya dukung lingkungan hidup adalah kemampuan lingkungan hidup untuk mendukung perikehidupan manusia, makhluk hidup lain, dan keseimbangan antarkeduanya. Sementara itu, daya tampung lingkungan hidup adalah kemampuan lingkungan hidup untuk menyerap zat, energi, dan/atau komponen lain yang masuk atau dimasukkan ke dalamnya. Konsep jasa ekosistem dikelompokkan atas empat, yaitu jasa penyediaan (provisioning), jasa pengaturan (regulating), jasa budaya (cultural), dan jasa pendukung (supporting). Dalam setiap kelompok tersebut dibagi pula atas beberapa bagian, sehingga secara total terdapat 23 klasifikasi jasa ekosistem sebagai berikut.
- Jasa penyediaan : (1) bahan makanan, (2) air bersih, (3) serat, bahan bakar dan bahan dasar lainnya (4) materi genetik, (5) bahan obat dan biokimia, (6) spesies hias.
- Jasa Pengaturan : (7) Pengaturan kualitas udara, (8) Pengaturan iklim, (9) Pencegahan gangguan, (10) Pengaturan air, (11) Pengolahan limbah, (12) Perlindungan tanah, (13) Penyerbukan, (14) Pengaturan biologis, (15) Pembentukan tanah
- Budaya : (16) Estetika, (17) Rekreasi, (18) Warisan dan indentitas budaya, (20) Spiritual dan keragaman, (21) Pendidikan
- Pendukung : (22) Habitat berkembang biak, (23) Perlindungan plasma nutfah
Berdasarkan definisi dan pengelompokan di atas, terdapat kesamaan pengertian antara jasa ekosistem dengan daya dukung dan daya tampung lingkungan hidup. Pengertian jasa penyediaan, budaya mencerminkan konsep daya dukung lingkungan dan jasa pengaturan yang memiliki kesamaan dengan daya tampung lingkungan. Sedangkan jasa pendukung bisa bermakna daya dukung maupun daya tampung lingkungan. Namun untuk kepentingan operasional, daya dukung dan daya tampung lingkungan hidup dengan pendekatan jasa ekosistem, menganut asumsi berikut :
- Semakin tinggi jasa ekosistem suatu wilayah, maka semakin tinggi kemampuan lingkungan hidup untuk mendukung perikehidupan manusia, makhluk hidup lain, dan keseimbangan antarkeduanya (lihat jasa penyediaan, Jasa budaya, dan pendukung).
- Semakin tinggi jasa ekosistem suatu wilayah, maka semakin tinggi kemampuan lingkungan hidup untuk menyerap zat, energi, dan/atau komponen lain yang masuk atau dimasukkan ke dalamnya (lihat jasa pengaturan)
Teknik operasional dari konsep diatas dilakukan dengan menggunakan pendekatan keruangan yaitu menyusun peta daya dukung dan daya tampung lingkungan hidup jasa ekosistem sebanyak jenis jasa ekosistem yang dikaji (20 jasa ekosistem). Dari peta yang dihasilkan tersebut dapat diketahui luasan, distribusi, dan indek daya dukung jasa lingkungan. Luas Lahan (Ha) Menurut Jenis Penggunaan Tj Haro Sikabu-kabu Pd Panjang Tahun 2021 pada tabel berikut :
Pada tabel di atas terlihat lahan kering yang terbesar digunakan untuk pemukiman, sementara area perkebunan masih belum optimal dikarenakan tanah ulayat belum dimanfaatkan dengan baik dan hanya ditumbuhi tanaman pinus (saat ini hutan pinus tinggal sedikit - perubahan data 2025)
Penggunaan lahan basah masih didominasi oleh sawah tadah hujan dimana luasnya melebihi jumlah total lahan kering. Jumlah sawah irigasi produktif masih lebih kecil jika dibandingkan dengan luas sawah tadah hujan. Kecilnya luas sawah irigasi produktif dibanding dengan luas sawah tadah hujan terjadi karena faktor jumlah debit air yang keluar dari sejumlah mata air tidak mencukupi untuk mengairi seluruh area sawah yang ada. Sehingga penggunaan sawah tadah hujan oleh masyarakat harus menyesuaikan dengan musim.
Sumber : Dokumen RPJ Nagari
Sunting ke 2 : Perubahan RPJM Nagari Tahun 2025
Komentar Facebook
Statistik Desa
Populasi
3110
Populasi
3081
Populasi
-
Populasi
-
Populasi
6191
3110
Laki-laki
3081
Perempuan
-
JUMLAH
-
BELUM MENGISI
6191
TOTAL
Aparatur Nagari
Wali Nagari
NOFRIZAL, S.Pd, NL.P
Sekretaris Nagari
HERRY WANDA, A.Md.Kom
Kepala Urusan Keuangan
NELDIA PUTRI, S.Pd
Kepala Urusan Perencanaan
RONI PUTRA, S.Sn
Kepala Urusan Umum dan Tata Usaha
DETY PURNAMA ROZA, S.Kom
Kepala Seksi Pemerintahan
NILA SAFITRI, A.Md
Kepala Seksi Kesejahteraan
MUHAMAD RIZKI, S.Pd.I
Kepala Seksi Pelayanan
ARIF RAHMAN, A.Md
Kepala Jorong Lakuak Dama
HERMAN
Kepala Jorong Bukik Kanduang
A. WAHID
Kepala Jorong Tanjung Haro Selatan
FAUZAN HAZMI
Kepala Jorong Padang Panjang
RIKO SATRIA
Kepala Jorong Sikabu-kabu
ZULHAM
Kepala Jorong Tanjung Haro Utara
Boy Eko Febrian
Staf Operator
RENO SETIAWAN RAMADHAN, S.H
Nagari Tj. Haro Sikabu-kabu Pd. Panjang
Kecamatan Luak, Kabupaten Lima Puluh Kota, 13
Hubungi Perangkat Nagari untuk mendapatkan PIN
Masuk
Menu Kategori
Arsip Artikel

79.271 Kali
Rancangan RPJM Nagari Sikabu-kabu Tj.Haro Pd.Panjang 2016 sampai 2021

76.786 Kali
Strategi, Kebijakan & Program Nagari
23.663 Kali
Musim menikah: Ini syarat-syarat mengurus NA
18.119 Kali
DAFTAR NAMA PENERIMA DAN JENIS BANTUAN SOSIAL DINAGARI TJ.HARO SIKABU-KABU PD.PANJANG
17.616 Kali
LAPORAN PPID NAGARI TAHUN 2018
13.547 Kali
BPS akan melakukan Rekrutmen Petugas Regsosek (Registrasi Sosial Ekonomi)
13.275 Kali
PENERIMAAN CALON KORFAS DAN TENAGA FASILITATOR LAPANGAN (TFL)
283 Kali
BPS Kabupaten Lima Puluh Kota Buka Rekrutmen Calon Mitra Statistik Tambahan Tahun 2026
93 Kali
BUMNag Tanah Surga Sitapa Buka Lowongan Kerja Penjaga Kandang Ayam Petelur
115 Kali
Pendataan Calon Penerima Bantuan Pasang Baru Listrik (BPBL) 2026
118 Kali
Perbarui KK untuk Data Keluarga yang Akurat
82 Kali
Camat Luak Lantik Anggota BAMUS PAW Nagari Tj Haro Sikabu-kabu Pd Panjang
171 Kali
Nagari Tj. Haro Sikabu-kabu Pd. Panjang Raih Nominasi Nasional Film Pendek Jaga Desa
132 Kali
Lebih Kenal dengan DTSEN dan Desil
Agenda
Belum ada agenda terdata
Komentar
Statistik Pengunjung
| Hari ini | : | 496 |
| Kemarin | : | 2,098 |
| Total | : | 5,840,571 |
| Sistem Operasi | : | Unknown Platform |
| IP Address | : | 10.4.1.3 |
| Browser | : | Mozilla 5.0 |
Jam Kerja
| Hari | Mulai | Selesai |
|---|---|---|
| Senin | 08:00:00 | 16:00:00 |
| Selasa | 08:00:00 | 16:00:00 |
| Rabu | 08:00:00 | 16:00:00 |
| Kamis | 08:00:00 | 16:00:00 |
| Jumat | 08:00:00 | 16:00:00 |
| Sabtu | Libur | |
| Minggu | Libur | |

Kirim Komentar