Dari akademisi, hingga pelatih sepakbola Timnas hadir dalam program Magang Nagari Prestasi di Sitapa
Warta Nagari--Guna menyiapakan lulusan perguruan tinggi yang sesuai tuntutan perkembangan sosial dan budaya. Mahasiswa-mahasiswa yang siap dengan kondisi rill setelah lulus. Sehingga tidak lagi merasa “asing” setelah kembali ke masyarakat. Karena itu, pemerintah merasa perlu membuat pola belajar yang lebih merdeka, pembelajaran yang terbebas dari birokratisasi kampus. Maka dicetuskanlah program Merdeka Belajar Kampus Merdeka.
Apa itu Program Merdeka Belajar Kampus Merdeka? Adalah pembelajaran yang memberikan tantangan dan kesempatan kepada mahasiswa untuk pengembangan kreativitas, kapasitas, kepribadian, dan kebutuhan mahasiswa, serta mengembangkan kemandirian dalam mencari dan menemukan pengetahuan melalui kenyataan dan dinamika lapangan seperti persyaratan kemampuan, permasalahan riil, interaksi sosial, kolaborasi, manajemen diri, tuntutan kinerja, dan lain sebagainya.
Merespon hal tersebut, Departemen Kepelatihan, Fakultas Ilmu Keolahragaan Universitas Negeri Padang (UNP) turun ke lapangan membuat program yang dinamakan dengan Magang Nagari Prestasi. Program ini akan dilaksanakan secara terpusat di Kenagarian Tanjung Haro Sikabu-kabu Padang Panjang yang diikuti oleh 50 orang mahasiswa.
“Selain oleh mahasiswa, kegiatan ini juga akan diikuti oleh dosen pembimbing, akademisi olah raga, pamong olah raga dari masyarakat,” ujar Coach Alex Aldha Yudi selaku ketua pelaksana dan juga sekaligus pelatih fisik Timnas Indonesia
Lebih lanjut Asisten Shin Tae Yong ini juga mengatakan ada 9 cabang olah raga yang akan dilatih di nagari Tanjung Haro Sikabu-kabu padang Panjang. Yaitu, Atletik, Bola Basket, Bola Voli, Bulu Tangkis, Futsal, Pencak Silat, Renang, Tenis Meja, Sepakbola. Tak tanggung-tanggung, kegiatan ini akan berlangsung selama dua bulan. Mulai bulan ini, September,hingga bulan Obtober nanti. Puncaknya setelah program ini selesai, akan dilaksanakan semacam Pekan Olah Raga Nagari. Diikuti oleh anak-anak nagari yang berusia 9-15 tahun.
“Agaknya, mimpi anak nagari untuk dilatih dan dididik secara profesional dalam bidang olah raga akan dapat diwujudkan,” kata Walinagari Nofrizal.
Program ini , lanjut walinagari, gayung bersambut dengan apa yang dibayangkan oleh pemerintah nagari dan juga para pegiat olah raga di nagari. Yaitu terbentuknya lembaga nagari yang khusus untuk olah raga, dan juga adanya sebentuk even olah raga tahunan. Seperti pekan Olah Raga nagari.
“Dalam program ini ada pendapmping dari nagari, yang dinamakan dengan pamong olah raga. Setidaknya dari 9 cabang olah raga yang akan dilatih didampingi oleh 14 orang pamong. Kesemuanya adalah anak-anak nagari. Pamong inilah nanti yang akan kita bayangkan sebagai pengurus lembaga olah raga nagari,” tutup Nofrizal.
Mella Yanuarti
21 Desember 2022 13:35:57
semoga amanah...